Jeffry S. Tjandra, atau lengkapnya Jeffry Stephanus Tjandra lahir pada Tanggal 4 Juni di Jakarta, dari sebuah keluarga yang broken home, sejak Jeffry kecil papa dan mama Jeffry sudah berpisah. Jeffry memiliki 6 saudara 4 laki-laki dan 2 perempuan, Jeffry anak yang ke-2.

Namun Jeffry dari kecil tetap hidup secara baik-baik jadi tidak ada peristiwa pertobatan yang dramatis, jauh dari obat-obatan, dunia malam. Keluarga Jeffry hidup dalam pengharapan kepada Tuhan. Pergaulannya dengan Tuhan secara pribadi membuat DIA sebagai Bapa tetap memberikan kekuatan dan dukungan pada anakNya membuat Jeffry tetap menjadi pribadi yang tangguh dan mencintai Tuhan sampai saat ini.

Jeffry pun sejak awalnya menggemari disain dan arsitektur, Jeffry diberi talenta sebagai disain grafis. Tak mengherankan jika sebagian besar cover album Jeffry pun didesain sendiri oleh Jeffry. Jeffry memiliki hobby travelling dan bepergian. Hal ini sangat kebetulan sekali, sehingga dalam pelayanannya yang berpindah-pindah tempat, Jeffry selalu melaluinya dengan gembira.

Salah satu ayat yang menjadi motto Jeffry dan yang menjadi dasar kekuatannya adalah:

"Bagi banyak orang aku seperti tanda ajaib, karena Engkaulah tempat perlindunganku yang kuat.
Mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu, dengan penghormatan kepada-Mu sepanjang hari."

(Mazmur 71:7-8)

Ayat tersebut menjadi motto Jeffry, karena dari dalam diri Jeffry tidak ada dasar dan alasan untuk dapat melakukan segala sesuatu melalui kemampuannya sendiri melainkan oleh karena Anugerah Tuhan sendiri. Semua karena AnugerahNya... dan Besarlah AnugerahNya!!!..

Tinggi 172 cm Berat 77 Ukuran Baju XL16 Ukuran Sepatu 42

Karier

Jeffry S. Tjandra mengawali karir dibidang musik rohani dengan mengikuti sebuah koor di GKI di Jakarta. Kemudian Jeffry diajak bergabung oleh sebuah vokal group yaitu "Yerikho" sampai album yang terakhir yaitu "Waktu Tuhan". Dalam pelayanannya, Jeffry kemudian bergabung ke Gereja Bethany pada waktu itu sebagai singer. Hingga kemudian Jeffry menjadi Worship Leader.

Pada Tahun 1997, pertama kali Jeffry me-release albumnya yang berjudul "Pelita Hidup" melalui Maranatha Record.

Tahun 1999, Jeffry me-release album berikutnya yaitu "Intimate Worship I" diproduseri oleh Johan Krisdianto, melalui Sekhinah Record. Lagu-lagu yang menjadi hits pada album tersebut misalnya lagu ciptaan Jonathan Prawira "Kau Mengenal Hatiku", "Nobody Loves Me Like You Do", "Hatiku MencintaiMu", "Bapa Engkau Sungguh Baik".

Tahun 2000, Jeffry melalui Maranatha, Jeffry me-release "Prayer and Worship I", dengan lagu seperti "Indah BersamaMu", "Arti KehadiranMu", "Ingat AkanMu". "Allah Yang Setia".

Tahun 2001, Jeffry me-release "Inspirational Worship I" melalui Maranatha Record, Lagu "My First Love Is Jesus" dan Lagu "Seperti yang Kau Ingini" menjadi hits dari album ini. Kemudian pada akhir Tahun 2001 ini juga, Jeffry me-release album dalam 2 cd sekaligus yaitu "Prayer and Worship 2" dan "Prayer Worship with Kids 1" dengan hitsnya yaitu "Seperti Bapa Sayang AnakNya".

Tahun 2002 awal, "Inspirational Worship 2" direlease dan "I Worship Him". Lagu yang menjadi hits pada waktu itu adalah "Ku Tahu Bapa Pliharaku". Tahun 2002 akhir, Jeffry merekam live concert pertama kalinya yaitu dalam album "Live Worship 1". Lagu hits dari album ini adalah beberapa dari lagu-lagu hits tahun-tahun sebelumnya.

Jeffry S. Tjandra pada Tahun 2002 juga menjadi produser Album Edward Chen 1 dan Edward Chen 2 melalui Harvest Music, dan "Edward Chen Love" melalui Indo Semar Sakti, "Instrumental Worship" melalui United Music, "Eka Deli - Dangdut" melalui Harvest Music.

Tahun 2003, Album "Prayer and Worship 3" dan "Prayer and Worship with Kids 2", melalui United Music. Hits album-album tersebut seperti "Kau Tuhan Adalah Bapaku" dan "Allah Turut Bekerja".

Tahun 2004, Jeffry me-release Album "Praise" melalui Maranatha. Yang menjadi hits yaitu "Teramat Baik", "Kau B'rikan Kemenangan" dan "Nyanyian Orang Merdeka".
Dan pada tahun ini juga, diadakan Konser Tour 8 Kota.


Hidup Saya Hanya Karena Anugerah

Bagi banyak orang aku seperti tanda ajaib, karena Engkaulah tempat perlindunganku yang kuat. Mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu, dengan penghormatan kepada-Mu sepanjang hari. Penggalan ayat dari Mazmur 71: 7-8 sangat berkesan dan menjadi ayat favorit bagi pria kelahiran 4 Juni ini. Ayat tersebut sepertinya benar-benar mencerminkan pribadi seorang Jeffry S Tjandra.

Perjalanan hidup yang harus dilaluinya memang tidak mudah dan penuh rintangan. Sejak kecil ia sudah tidak bisa merasakan arti kehadiran dan kasih dari seorang ayah. Sang ayah pergi meninggalkan rumah saat dirinya masih duduk di bangku TK. Sejak itu pula ibunya harus bekerja keras untuk dapat mencukupi kebutuhan hidup anak-anaknya.

Akibatnya Jeffry kecil juga harus ikut membantu mamanya dan masa kecilpun dilaluinya tidak seperti kebanyakan anak-anak. "Kalau anak-anak lain seusia saya waktu itu setelah pulang sekolah bisa main, saya tidak bisa. Saya harus pergi ke pasar untuk mengantarkan masakan untuk dijual," kata pelantun pujian Allah Peduli itu.

Hari demi hari dilaluinya karena anugerah. Meski melalui ujian yang berat, namun dia tetap bersyukur karena dirinya dan keluarganya selalu hidup dalam lindungan Tuhan. "Puji Tuhan semua anak-anak hidup di dalam Tuhan semua," katanya. Ketegaran sang ibupun menjadi teladan baginya.

Meski sang suami meninggalkannya, menurut Jeffry, ibunya tidak pernah membenci ayahnya. Malah tiap hari sang mama selalu berdoa minta kekuatan dari Tuhan dan selalu mendoakan ayahnya. "Saya masih ingat setiap hari mama kumpulkan kami semua dan berdoa bersama untuk mendoakan papa," katanya.

Akhirnya setelah cukup lama menanti, sesuai dengan janjiNya bahwa tiap doa kita didengar dan tetesan air mata kita ditampung dikirbatNya akhirnya Tuhan mengenapi firmanNya. Dan di saat yang tepat sesuai dengan kehendakNya, Dia berikan apa yang anak-anakNya minta. "Puji Tuhan setelah tiga puluh tahun lebih akhirnya Tuhan jawab doa kami. Ayah saya sekarng sudah bertobat dan terima Tuhan," katanya bahagia.

Proses panjang dalam hidupnya membuatnya sadar kalau dirinya tidak bisa hidup diluar Tuhan. Tuhan selalu memproses kita untuk membentuk dan mempersiapkan kita sebelum kita sampe ke level yang Tuhan kehendaki bagi kita.

Meski terasa tidak mengenakkan, tetapi Jeffry sadar kalau apapun yang Tuhan rencanakan bagi hidupnya adalah yang terbaik. Kita diciptakan bukan hanya untuk memenuhi dunia ini, tetapi ada kehendakNya yang sempurna dalam hidup setiap kita.

"Kalau orang melihat hasilnya saat ini mereka senang. Seperti misalnya Benny Hinn, orang kalau melihat dia langsung wah..gimana gitu, tetapi mereka tidak tahu jalannya dan prosesnya untuk akhirnya bisa sampai ke tahap itu," katanya.


Kasih Bapa

Setelah dipulihkan dan dapat merasakan kasih Bapa yang sejati di dalam Yesus. Jeffry tidak berhenti dan hanya menikmatinya sendiri. Dia sadar banyak orang yang juga kehilangan figur seorang ayah seperti dirinya dan dia mengerti bagaimana rasanya. Tuhan mulai memakai dia untuk merefleksikan hubungan Bapa dengan anak. Terbukti melalui beberapa album akhirnya yang selalu bertema hubungan kasih seorang Bapa kepada anak-anakNya.

"Saya sangat heran dan kagum dengan cara Tuhan. Orang yang pernah mengalami masalah dalam satu hal, setelah dipulihkan makan Tuhan biasanya memakai dia untuk melayani hal itu. Misalnya, kalau orang yang pernah terjerat narkoba, setelah dipulihkan maka Tuhan kembalikan dia untuk melayani orang-orang pengguna narkoba. Sama seperti saya. Saya sejak kecil tidak pernah merasakan kasih seorang ayah tetap Tuhan pulihkan saya dan akhirnya saya dipakai Tuhan untuk membawa orang merasakan kasih Bapa," jelasnya panjang lebar.

Tak kuasa menahan air mata jika saat ini banyak orang yang mengenal namanya dan diberkati lewat pelayanannya, itu disadari Jeffry semata-mata hanya anugerah Tuhan saja. Hari demi hari memang dilaluinya dalam anugerah. Salah satu ekspresi dari ketergantungannya pada Tuhan dan anugerahNya yang telah diterimanya tiap hari tertuang dalam lagu Besar AnugerahMu yang terdapat di album United By Grace. " Lagu itu memang diciptakan oleh Welyar Kauntu khusus untuk saya dan menggambarkan kehidupan saya sendiri. Waktu itu Welyar Kauntu ingin membuat lagu untuk saya, beliau berdoa minta ke Tuhan dan ternyata terciptalah lagu Besar AnugerahMu itu," paparnya.

Berbicara tentang Jeffry S Tjandra akan mengingatkan kita pada seorang pemuji dan penyembah yang sering meneteskan air mata bila sedang memuji Tuhan. Ketika disinggung tentang bagaimana ia dapat menyembah Tuhan seperti itu, dimana terasa sekali adanya kemanisan dan keakraban hubungan yang indah antara dirinya dengan Tuhan, sekali lagi pengemar travelling ini mengatakan kalau semua ini hanya anugerah saja. "Saya kalau sedang menyanyi ataupun bicara tentang Tuhan seringkali tidak bisa menahan air mata sehingga saya sering dianggap cengeng," jelasnya.

"Sebenarnya ada dua syarat untuk bisa menyembah Tuhan sampai begitu, yaitu menghayati dan mengalami. Kalau kita cuma menghayati dan mengalami apa yang diceritakan dalam lagu itu juga akan kurang. Tetapi kalau kedua-duanya ada, saya tahan untuk tidak menangis," jelasnya seraya mencontohkan dirinya saat mendengarkan lagu Besar AnugerahMu untuk pertama kalinya langsung menangis.